Ice Breaking

Dalam kegiatan outbound, Ice Breaking adalah awal dari sebuah kegiatan outbound untuk pemecah kebekuan yang ada dalam diri tiap peserta karena perbedaan usia, perbedaan status, perbedaan divisi ataupun baru saling mengenal. Aplikasi dari ice breaking seringkali menggunakan game-game yang fun  games yang membuat peserta melupakan sementara batas-batas yang menghalangi setiap personal.

 

TUJUAN ICE BREAKING

Tujuan dilaksanakan ice breaking ini adalah :

1. Menghilangkan sekat-sekat pembatas di antara peserta outbound.

2. Terciptanya kondisi yang dinamis di antara peserta outbound.

3. Menciptakan kondisi kesetaraan antar sesama perserta outbound.

4. Menimbulkan kegairahan antara sesama peserta outbound.

 

METODE ICE BREAKING

Memberikan kesempatan bagi peserta ikut andil memecahkan persoalan-persoalan praktis sehari-hari yang ditawarkan oleh pelatih, dengan tujuan :

– Melihat potensi awal (afektif, kognitif maupun psikomotornya)

– Berinteraksi dengan kelompok baru, (bertanya, menanggapi dan mengamati)

– Memberikan pengertian bahwa sejak hari itu mereka akan menjadi sebuah team.

 

Metode Simulasi dan Permainan

Beberapa contoh game untuk stimulus dalam ice breaking biasanya diawali dengan format melingkar dan diantaranya

– Oposite

– Pesan Berantai

– Tes konsentrasi

– Senam Otak

– dll

 

Hal Penting yang harus diperhatikan Saat Ice Breaking :

1. Saat melakukan ice breaking, seorang pelatih harus sudah dapat mendeteksi, (minimal beberapa orang dari peserta sudah masuk dalam memorinya) tentang potensi awal, sikap, sifat dan “karakteristik special” seorang peserta.

2. Seorang pelatih haruslah mempunyai naluri (feeling) khusus yang kuat ketika melakukan proses ice breaking. Ia harus tahu saat peserta sudah lebur atau belum dan masih harus dileburkan. Ketika peserta belum lebur namun ice breaking sudah dihentikan, hal ini akan menyusahkan sewaktu penyajian materi berikutnya.

3. Waktu yang disediakan untuk melakukan ice breaking sangat kondisional, tergantung kepada tingkat keleburan peserta.

4. Menimbulkan kesan positif, seorang pelatih haruslah dipandang oleh peserta dalam pandangan yang positif, baik dari segi pendapat, sikap, sifat dan interaksinya dengan peserta, karena tidak menutup kemungkinan nanti seorang pelatih akan menjadi tempat “curhat” paling dipercaya bagi peserta yang mengalami persoalan-persoalan khusus.

5. Varian ice breaker

Varian ice breaker di sini dibagi dalam dua macam varian, ice breaker tanpa media dan ice breaker dengan media. Ice breaker tanpa media dapat diartikan permainan pendinginan otak dengan tidak menggunakan media di luar anggota tubuh.Sedangkan Ice breaker dengan media dapat menggunakan media apa saja sehingga permainan lebih hidup.